Tempe berbalut tepung setengah matang yang disajikan panas bersama cabai rawit.







Tempe pertama kali ditemukan secara tak sengaja di wilayah Mataram Kuno. Makanan ini berawal dari inovasi brilian proses fermentasi kacang kedelai hitam liar yang dibungkus daun jati.

Mendoan, yakni olahan tempe yang digoreng setengah matang (mendo), mulai sangat populer di wilayah Banyumas. Hidangan ini menjadi cemilan hangat andalan warga untuk mengusir udara dingin.

Tempe diangkat menjadi pahlawan sumber protein nabati utama bagi seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya sangat diandalkan pada masa-masa awal kemerdekaan yang serba terbatas dan penuh tantangan ekonomi.

Teknik menggoreng tempe di masyarakat semakin bervariasi mengikuti perkembangan zaman. Hadirnya produk tepung berbumbu siap pakai membuat inovasi tempe goreng krispi menyebar luas ke seluruh negeri.

Telah berevolusi dari sekadar makanan kelas jalanan hingga berhasil dihidangkan dengan mewah di restoran bintang lima. Mendoan dan tempe goreng adalah jiwa otentik dari seni kuliner Jawa.










