Sate ayam kampung empuk bersiram bumbu kacang kental yang legit.







Budaya sate di Blora mengadaptasi pengaruh kuliner daging panggang dari Timur Tengah. Namun, resepnya dimodifikasi menggunakan daging ayam kampung muda yang sangat melimpah di pedesaan.

Sate Blora mulai disajikan dengan tradisi makan yang sangat unik dan interaktif. Pembeli makan sate beserta kuah lodeh tanpa piring, lalu tusuk sate ditaruh di atas meja untuk dihitung di akhir.

Kehadiran pabrik kecap manis lokal skala kecil di Jawa Tengah membawa revolusi rasa. Kecap ini mulai menyempurnakan rasa karamelisasi pada sate saat dibakar di atas arang.

Warung sate legendaris di Blora mulai bermunculan dengan konsep ruang makan yang lebih modern dan luas. Walau begitu, tradisi memanggang menggunakan arang kayu jati tetap dipertahankan ketat.

Sate Blora menjadi ikon budaya lokal yang membanggakan dan tak lekang oleh waktu. Kehadirannya selalu identik dengan kuah lodeh gurih yang selalu setia mendampinginya.










