Bola daging kenyal dengan kuah kaldu sapi pekat yang menghangatkan suasana.







Bakso mulai dikenal dari pengaruh pedagang Tiongkok yang beradaptasi dengan budaya lokal Jawa. Mereka memodifikasi resep asli dengan menggunakan daging sapi mentah segar yang melimpah.

Dijajakan berkeliling dari kampung ke kampung dengan menggunakan pikulan kayu jati. Kuah kaldu mulai disesuaikan lidah lokal dengan penambahan rempah nusantara seperti lada dan bawang putih goreng.

Masyarakat Wonogiri yang ulet mulai merantau pasca kemerdekaan. Mereka membawa resep bakso khas ke berbagai pelosok negeri sebagai mata pencaharian utama.

Banyak bermunculan pabrik penggilingan daging modern yang terpusat. Hal ini membuat tekstur bakso Wonogiri semakin konsisten, kenyal, dan mudah diproduksi massal.

Bakso Wonogiri telah menjadi primadona kuliner jalanan nomor satu di Indonesia. Ia sangat identik dengan gerobak biru atau kayu khas yang terparkir di setiap sudut kota.










